Pages

Rabu, 29 Mei 2013

PENDAKIAN GUNUNG PENANGGUNGAN

Pendakian Gunung Penanggungan ( 1657 Mdpl )
by: Ogi A-281


          Pendakian Gunung Penanggungan dilaksakan pada tanggal 11 sampai 12 Mei lalu. Pendakian ini dilakukan oleh 7 orang ( tajul, iyen, ogi, dwiky, mustofa, hetrio dan pandu ). Sebelum berangkat kepintu pendakian kami berkumpul di jurusan fisika universitas brawijaya jam 10 pagi untuk mempersiapkan kembali barang bawaan yang akan di bawa. Setalah semua siap, tepatnya pukul 10.30 kami memulai perjalanan menuju pintu pendakian. Jalur pendakian gunung penanggungan sendiri ada dua jalur yaitu melewati desa jolotundo dan desa trawas. Kali ini kami melakukan pendakian melewati jalur desa jolotundo. Untuk mencapai desa jolotundo atau terawas di butuhkan waktu satujam setengah dengan jalanan yang naik turun karna berada di daratan tinggi. Umumnya para pendaki yang melakukan pendakian ke gunung penanggungan ini menggunakan kendaraan pribadi, karna akses kendaraan umum yang sulit menuju kesana.

          Kami sampai jam 12 di desa jolotundo, disini kami menitipkan motor di pemandian jolotundo. Tiket masuk untuk melakukan pendakian cukup hanya membeli tiket masuk ke pemandian yaitu 6rb dan untuk penitipan motor 2hari 5rb. Sebenarnya untuk melakukan pendakian kegunung ini tidak ada pos pendaftaran seperti gunung lainnya, karna kita hanya membeli tiket biasa saja dan tidak ada persyaratan khusus. Cuma meninggalkan salah satu tanda pengenal dari rombongan.

          Sampainya kami di jolotundo kami tidak langsung melakukan  pendakian, disini kami mengisi perut dan beristirahat sejenak. Kami mulai melakukan pendakian sekitar jam setengah 1. Kami berniat langsung menuju puncak gunung untuk kemah, karna di gunung ini biasanya camp di buka di puncak. Dan karna medan yang tidak memungkinkan sehingga sulit untuk membuka camp, selain itu juga tidak terdapat pos pendakian selama perjalanan.

          Pada awal perjalanan pendakian disini banyak jalan yang bercabang. Ini dikarnakan banyaknya warga desa yang membuka lahan di hutan dan mencari kayu di hutan, sehingga kita harus berhati-hati karna banyak jalan yang bercabang. Tetapi kalau sudah melewati lahan warga jalan menuju gunung penanggungan hanya satu dan kita tinggal mengikutinya saja. Selain itu disini juga banyak anjing milik warga, jadi saat melakukan pendakian di sarankan membawa kayu untuk menjaga diri.

          Setelah 1jam berjalan, kami telah melewati perkebunan warga, dan jalan menuju puncak tidak bercabang lagi. Disini tanaman yang terdapat adalah semacam ilalang ilalang saja dan jarang ditanami pohon-pohon yang tinggi. Tidak lama kemudian kami menemukan bangunan candi. Gunung ini memang terkenal dengan bangunan prasejarah dari kerajaan majapahit. Setalah candi ini. Tidak jauh terdapat seperti bekas aliran sungai. Disini kami beristirahat sejenak, pemandangan disini cukup bagus dengan batuan beku yang tersusun rapih seperti pernah menjadi aliran air dahulu.

          Kami melanjutkan perjalanan, sekitar 45 menit di temukan candi-candi. Dari candi pertama ini ke candi ke dua Cuma membtuhkan waktu 30 menit dan dari candi ke dua sampai ke tiga dan keempat membutuhkan waktu 30 menit. Di candi ketiga dan keempat di sebut dengan candi gentong dan candi shinta.

          Di candi shinta ini kami kembali istirahat, karna perjalanan selanjutnya kan memasukan medan yang sangat terjal yang memiliki kemiringan 60 sampai 75 derajat.  Dan trek pendakian ini hanya merupakan savana saja dan berbatu. Sehingga jika siang akan terasa panas. Dan kita harus berhati-hati karna trek batunya akan sangat mudah jatuh kebawah. Dari candi shinta menuju puncak kami membutuhkan waktu 3jaman. Kami sampai di puncak sekitar pukul 6. Kami langsung membuka tenda karna cuaca yang kurang mendukung.

          Pemandangan malam di gunung ini sangatlah bagus karna dapat melihat keindahan lampu kota yang terdapat di bawa gunung penanggungan ini. Selain itu gunung arjuno dan gunung welirang juga dapat dilihat dari puncak gunung penaggungan. Di puncak terdapat seperti cekungan untuk membuka tenda, disni juga terdapat sebuah gua yang dapat digunakan untuk bermalam. Udara di gunung ini tidak relatif dingin, tetapi di gunung ini cuacanya selalu mendung sehingga disarankan membawa jas hujan setiap mendaki gunung ini.

          Pada hari minggu jam setengah 6 pagi kami melihat pemandangan sekitar, setelah itu kami kembali ke camp dan masak untuk sarapan. Akhirnya waktu menunjukan jam setengah 9 dan kami melakukan packing untuk persiapa pulang. Dan kami sampai di desa jolotundo kembali jam 12 siang. Beristirahat sejenak dan kembali menuju malang


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar